DTF dan DTG: Bukan Mana yang Lebih Bagus, Tapi Mana yang Lebih Cocok

Kalau kamu pernah bikin kaos, entah buat komunitas, event, atau brand sendiri, pasti pernah ada di fase ini, “bingung milih sablon DTF atau DTG.”

Biasanya diskusinya muter di situ situ aja.
“DTF lebih awet.”
“DTG lebih halus.”
“DTF warnanya keluar.”
“DTG lebih premium.”

Semuanya benar kok, tapi seringnya berhenti di situ. Padahal masalah sebenarnya bukan mana yang lebih bagus, tapi kaos itu mau dipakai untuk apa?

Karena jujur aja, banyak kaos gagal bukan karena sablonnya jelek, tapi karena metodenya tidak cocok sama kebutuhan.

Kenapa Banyak Kaos Kelihatan Bagus di Awal, Tapi Mengecewakan Setelah Dipakai

Ini kejadian yang sering banget terjadi.

Kaos baru dicuci dua tiga kali, sablon mulai retak, ada juga warnanya masih oke, tapi pas dipakai kok terasa panas dan kaku yah, lalu sablonnya halus, tapi cepat pudar dan kelihatan lusuh.

Akhirnya kamu mikir, “Harusnya kemarin pilih yang satunya ya.”

Nah, biar kamu gak jatuh ke lubang yang sama, kita bahas perbedaan DTF dan DTG, dari kami vendor yang sudah terpercaya sejak 1998.

DTF Itu Apa sih?

DTF itu metode sablon di mana desain dicetak dulu ke film, lalu dipindahkan ke kaos pakai mesin Heat Press. Hasilnya, sablon nempel di permukaan kain.

Ciri khas DTF yang paling gampang dirasain:

  • Warnanya keluar banget
  • Detail tajam
  • Bisa dipakai di banyak jenis kain
  • Lebih tahan saat di cuci

Makanya DTF sering dibilang “kuat”.

Tapi ada konsekuensinya. Karena sablon nempel di atas kain, rasa pakainya sedikit lebih tebal. Di area sablon besar, sirkulasi udara menjadi berkurang.

Lalu DTG itu gimana?

DTG itu metode sablon langsung ke kain. Tintanya meresap ke serat kaos, bukan nempel di atasnya.

Hasil yang paling kerasa:

  • Sablon terasa lebih menyatu dengan kain
  • Lebih ringan saat dipakai
  • Lebih adem
  • Tampilan lebih natural

Makanya DTG sering dibilang lebih premium dari sisi rasa pakai.

Tapi ya itu, DTG punya batasan. Ketahanan warnanya sangat tergantung bahan kaos, setting mesin, dan perawatan setelah dipakai. Kalau salah treatment, hasilnya bisa cepat pudar.

Apa lagi kekurangan DTG gak bisa memproduksi dengan cepat seperti DTF, jika kamu butuh produksi lebih cepat, DTF solusinya, tapi kalau kamu santai bisa pilih DTG.

DTF dan DTG Itu Bukan Saingan

Ini penting banget.

DTF dan DTG sering dibandingkan seolah olah salah satunya pasti lebih unggul. Padahal kenyataannya, mereka punya peran masing masing.

Ibaratnya gini, sepatu lari sama sepatu futsal, mana yang lebih bagus? Jawabannya pasti, tergantung mau dipakai ke mana.

DTF dan DTG juga begitu.

DTF Cocok Kalau Kaosnya Dipakai Buat Ini

DTF masuk akal kalau:

  • Kaos dipakai untuk komunitas
  • Dipakai event outdoor
  • Dipakai rame rame
  • Butuh warna yang mencolok
  • Dipakai berulang dan dicuci sering

DTF itu kuat. Buat kaos yang bakal dipakai capek capekan, DTF biasanya lebih aman. Sablonnya tidak gampang rusak walau sering dicuci.

Makanya banyak kaos komunitas, merchandise event, dan kaos promosi pilih DTF. Bukan karena paling keren, tapi karena lebih tahan dipakai banyak orang.

DTG Lebih Cocok Kalau Kaosnya Dipakai Buat Ini

DTG lebih pas kalau:

  • Kaos dipakai harian
  • Fokus ke kenyamanan
  • Desainnya tidak terlalu besar
  • Targetnya fashion atau lifestyle
  • Dipakai personal, bukan rame rame

DTG unggul di rasa pakai. Buat kaos yang dipakai nongkrong, kerja santai, atau daily wear, DTG terasa lebih nyaman.

Makanya banyak brand clothing yang main di segment lifestyle condong ke DTG. Karena kaosnya memang dibuat untuk dinikmati, bukan untuk dihajar.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

Ini berdasarkan yang sering kejadian di lapangan:

  • Pilih DTF cuma karena katanya awet
  • Pilih DTG cuma karena katanya premium
  • Tidak mikir desainnya besar atau kecil
  • Tidak mikir kaosnya dipakai buat apa
  • Tidak diskusi sama vendor

Akhirnya hasilnya tidak salah, tapi juga tidak tepat.

Cara Milih yang Lebih Masuk Akal

Coba jawab ini sebelum milih:

  1. Kaos ini dipakai siapa?
  2. Dipakai di kondisi apa?
  3. Dipakai seberapa sering?
  4. Fokus ke tahan lama atau nyaman?

Kalau jawabannya lebih ke tahan banting, DTF aman, kalau jawabannya lebih ke nyaman dan rasa pakai, DTG lebih pas.

Peran Vendor Itu Penting Banget

Vendor yang baik itu bukan yang langsung nanya, “Mau DTF atau DTG?”

Tapi yang nanya, “Kaosnya mau dipakai untuk apa?”

Karena dari situ baru bisa kelihatan, metode mana yang paling masuk.

Di Iviez, pendekatannya bukan sekadar cetak. Tapi bantu kamu tidak salah pilih dari awal. Karena kaos yang bagus itu bukan yang kelihatan keren di foto, tapi yang masih enak dipakai setelah dipakai berkali kali.

Penutup

DTF dan DTG itu sama sama bagus, yang bikin salah itu bukan metodenya, tapi konteksnya.

Kalau kamu paham kebutuhanmu, kamu tidak akan sibuk debat mana yang lebih bagus. Kamu akan langsung tahu, mana yang lebih cocok.

Kalau masih ragu, ngobrol dulu aja. Biar kaos yang kamu bikin bukan cuma jadi barang jadi, tapi benar benar kepakai dan dihargai.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
Scroll to Top